Sekda Sunggono Sampaikan Angka Stunting Di Kukar Turun Saat Rakor Audit Stunting Semester II Tahun 2024

Rabu, 30 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Sunggono saat Rakor Audit Stunting Semester II Tahun 2024

Sekda Sunggono saat Rakor Audit Stunting Semester II Tahun 2024

TENGGARONG – Sekda Kabupaten Kukar Sunggono sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kukar membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Disemenisasi Audit Kasus Stunting Semester II Tahun 2024 pada hari Selasa (29/10/2024).

Kegiatan ini digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) dan dilaksanakan di Ruang Rapat Daksa Artha Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar.

Dalam rakor ini dihadiri oleh Forkopimda Kukar, Para Camat, Ketua Tim Penggerak PKK , Pengurus TPPS, OPD pada intervensi spesifik dan sensitif, Kepala Puskesmas, Perwakilan organisasi profesi, tim pakar serta tim teknis Audit Kasus Stunting AKS Se-Kukar, Perwakilan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara virtual maupun zoom meeting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sunggono menuturkan kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat sinergisme seluruh pihak yang ikut terlibat dalam upaya pengentasan stunting, terutama dengan tersedianya data yang akurat serta valid.

Sehingga intervensi dapat dilakukan dengan efektif, efisien serta tepat sasaran. Upaya konvergensi yang dilakukan diharapkan dapat mencegah lebih banyak permasalahan stunting yang muncul.

Tahun 2024 sebagai periode terakhir dalam pelaksanaan rencana aksi Nasional percepatan penurunan Stunting. Secara nasional targetnya sebanyak 14%. Penetapan target ini tentunya perlu dukungan dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, termasuk juga Kukar.

Oleh karena itu, pentingnya memastikan upaya penanganan stunting supaya bisa tepat sasaran. Faktor utama penentu keberhasilan penanganan stunting yakni berupa data yang menjadi pijakan langkah bersama dalam melakukan intervensi.

Data yang valid dan akurat akan menjadi sebuah tuntutan yang mutlak apabila kita ingin penanganan stunting ini bisa berhasil dengan optimal.

Jika mengingat prevalensi stunting di Kukar, dari hasil SSGI tahun 2022 sebanyak 27,1%, sedangkan di tahun 2023 turun menjadi 17,5 %.

“Sehingga sepatutnya semakin gencar mengupayakan penurunan stunting, jangan sampai capaian tersebut membuat kia lengah apalagi berhenti, untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting, karena faktor penyebab stunting masih terjadi,” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan apresiasi positif atas tersusunnya Rencana Tindak Lanjut berdasarkab rekomendasi dari Tim Teknis dan Pakar atas temuan yang ada di lapangan. Sehingga dapat memastikan pelaksanaannya sudah sesuai dengan rencana.

Harapannya tindak lanjut yang dilaksanakan dapat signifikan untuk memperbaiki kondisi calon pengantin Catin, Ibu Hamil Bumil, Ibu masih dalam keadaan nifas Bunifas, baduta maupun balita yang bersangkutan agar dapat tebebas dari status resiko stunting.

Kerkontribusi terhadap pencegahan kemunculan kasus baru di Kabupaten Kutai Kartanegara juga menjadi harapan, sebagaimana cita-cita untuk menggapai zero new stunting, minimal 14 % sesuai dengan STRANAS 2024.

Harapan dari Sekda Sunggono, dukungan serius para Camat, Lurah, Kepala Desa serta jajaran yang tergabung dalam TPPS, memiliki peran penting dalam membersamai, dan juga memastikan tindak lanjut dilaksanakan berdasarkan rencana yang sudah ditetapkan.

Sehingga dampaknya bisa selaras dengan yang diharapkan bersama. Selanjutnya, merencanakan strategi intervensi dengan baik dengan berbasis data dan analisis situasi melalui Rembuk Stunting Desa.

Hasil dari Rembuk Stunting ini dipastikan bisa menjadi masukan untuk penyusunan RKPDes serta dapat menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan di desa.

Sekda juga meminta supaya upaya dalam pencegahan serta penanganan stunting di lapisan masyarakat yang lebih luas dapat terus dilaksanakan. Salah satunya yakni dengan memaksimalkan berbagai program maupun kebijakan yang sudah dicanangkan.

Kebijakan yang berjalan satu dengan yang lainnya, diharapkan dapat memberikan dukungan efektivitas serta keberhasilan dalam penanganan stunting.

Oleh karena itu, penting dalam memastikan seluruh program percepatan penanganan stunting supaya dapat terus berjalan secara berkesinambungan setelah dicanangkan.

Semua pihak terkait diminta agar dapat menjaga komitmen. Program dan strategi yang dicanangkan bersama juga dipastikan agar bisa berjalan secara konsisten. Jumlah stunting di Kukar dapat turun secara signifikan serta berkesinambungan, sehingga bisa mewujudkan zero stunting ataupun zero new stunting.

Sekretaris DP2KB Hj Mastukah menyebutkan tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu untuk mengetahui tentang penyebab resiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran.

Hal ini merupakan upaya dalam pencegahan serta perbaikan tata laksana kasus yang serupa. Mengadakan analisis pada resiko terjadinya stunting baduta atau bayi stunting untuk upaya dalam pencegahan, penanganan kasus dan perbaikan tata laksana.

Materi yang disampaikan tentang paparan rencana tindak lanjut hasil audit kasus stunting disampaikan oleh Hj Sri Lindawati dari Dinas Kesehatan.

Materi tentang Penguatan Hasil Monitoring dan Evaluasi dibahas oleh Dr H Sunggono yang juga sebagai Ketua TPPS Kukar.

Materi tentang Dukungan TPPS Kecamatan melalui intervalensi Spesipik maupun intervensi sensitif dalam upaya percepatan penurunan stunting dibahas oleh Kades Anggana.

Penyampaian materi “ dukungan Pemerintah Desa Anggana dalam implementasi serta tindak lanjut hasil rekomendasi audit kasus stunting juga dibahas dalam rakor ini.

Berita Terkait

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah
Pemdes Muara Badak Ulu Pastikan Angka Stunting Turun Drastis lewat Program PMT
18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK
Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun
Potensi Waduk Separi Jadi Wisata dan Sumber Kehidupan Warga
Kukar Segera Tambah Desa Baru, Tujuh Calon Desa Tunggu Rekomendasi Gubernur
DPMD Kukar Mulai Persiapkan Pilkades Serentak 2027, Libatkan 107 Desa
Arianto Sebut Program Dana Rp150 Juta per RT dalam Tahap Persiapan

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 23:15 WITA

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah

Senin, 24 November 2025 - 23:13 WITA

Pemdes Muara Badak Ulu Pastikan Angka Stunting Turun Drastis lewat Program PMT

Jumat, 3 Oktober 2025 - 09:48 WITA

18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK

Rabu, 1 Oktober 2025 - 09:46 WITA

Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun

Sabtu, 27 September 2025 - 09:36 WITA

Kukar Segera Tambah Desa Baru, Tujuh Calon Desa Tunggu Rekomendasi Gubernur

Berita Terbaru

Pemerintah Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan produk unggulan yakni pohon nipah.

DPMD Kukar

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah

Senin, 24 Nov 2025 - 23:15 WITA

Sebanyak 18 warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Katanegara (Kukar) mendapat bantuan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar.

DPMD Kukar

18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK

Jumat, 3 Okt 2025 - 09:48 WITA

Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, (Kukar) menyimpan beragam potensi wisata alam yang siap dikembangkan. Lanskap desa yang dikelilingi hutan dan perbukitan membuat wilayah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

DPMD Kukar

Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun

Rabu, 1 Okt 2025 - 09:46 WITA