Tenggarong – Pemerintah Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan produk unggulan yakni pohon nipah.
Kepala Desa, Muara Badak Ulu, Ruslan Efendi, mengungkapkan bahwa produk pohon nipah dikelola oleh Tim Penggerak
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), berbagai produk berbasis nipah kini berhasil mendapatkan perhatian dalam sejumlah pameran UMKM di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
“Daun nipah dapat diolah menjadi kerajinan seperti wadah makanan dan produk dekoratif, lidi nipah menjadi bahan pembuatan sapu berkualitas,” ucap Ruslan, Senin (24/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, kata dia, buah nipah dimanfaatkan sebagai bahan olahan pangan seperti dodol, manisan, dan nastar. Pelepahnya pun dapat diolah menjadi garam maupun briket yang memiliki potensi komersial.
“Dari satu jenis tanaman saja kita dapat menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini pihaknya tengah dikembangkan adalah produksi briket dari pelepah nipah. Produk ini memiliki daya tahan lebih lama dibanding arang biasa dan dapat digunakan berulang kali.
Ia menyebutkan Keunggulan ini membuka peluang untuk menjadikan briket nipah sebagai komoditas energi alternatif ramah lingkungan yang dapat diproduksi oleh pelaku UMKM skala rumah tangga.
“Meskipun produksi masih berada pada tahap awal, antusiasme pelaku UMKM desa cukup tinggi,” tutur Ruslan.
Ia berharap agar inovasi berbasis nipah ini dapat memperoleh dukungan lanjutan, baik dari pemerintah maupun mitra pengembangan usaha.
“Kapasitas kami di tingkat desa masih terbatas, terutama dalam aspek pemasaran dan penguatan modal. Diperlukan pendampingan berkelanjutan agar produk nipah ini dapat memiliki daya saing lebih tinggi,” tutup Ruslan. (Adv/DPMD Kukar)















