Sekda Sunggono Berharap Dukungan Semua Pihak Dapat Turunkan Angka Stunting Di Kukar

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kutai (TP2K) Kukar Sunggono

Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kutai (TP2K) Kukar Sunggono

TENGGARONG – Hampir semua kasus dari catatan hasil evaluasi monitoring kasus stunting di Kutai Kartanegara (Kukar) mempunyai risiko pemaparan asap rokok.

Setelah dilakukan intervensi selama 3 bulan belum adanya perubahan juga belum muncul.

Perilaku buang air besar sembarangan juga perlu diwaspadai sebab memiliki dampak pencemaran lingkungan. Saat ini kepemilikan jamban sehat masih sebagai angan terutama masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir /laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kutai (TP2K) Kukar Sunggono.

Sunggono menyampaikan hal itu saat rakor Audit Stunting 2 yang digelar di Aula Rapat Daksa Artha Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah BPKD Kukar di Tenggarong, Selasa ( 29/10 ).

Rakor tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP2KB Kukar dan dihadiri oleh Forkopimda Kukar, Forkopimda Kecamatan, Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kukar, Tim Teknis Audit Kasus Stunting beserta Tim Pakar, para Pimpinan Puskesmas, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan desa, Para Kades/lurah, Organisasi kemasyarakatan, beserta Pihak Perusahaan TJSP Se – Kukar.

Sunggono juga menyebutkan definisi dari Audit Kasus Stunting yakni pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan serta melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Melakukan indentifikasi risiko beserta penyebab risiko terhadap kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya.

Sekaligus juga menemukan atau mengetahui risiko potensial penyebab langsung ( asupan tidak adekuat, penyakit infeksi ) maupun penyebab tak langsung terjadinya stunting terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta serta balita.

Penyebab risiko pada Audit Kasus Stunting yakni identifikasi faktor penyebab langsung stunting pada tingkat individu dari calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas baduta maupun balita.

Terdapat 4 langkah dan output audit kasus Stunting , yakni :

  • identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran surveilans rutin atau sumber data lainnya dengan adanya pembentukan Tim Audit Kasus Stunting
  • pelaksanaan audit dan manajeman pendampingan
  • Desiminasi Audit Kasus Stunting
  • dilakukan evaluasi rencana tindak lanjut (RTL) Audit Kasus Stunting.

Mengkonsumsi makanan dengan menu gizi seimbang belum dipahami sebagai kebutuhan Rencana tindak lanjut Audit Kasus Stunting- Calon Pengantin. Agar tercipta lingkungan dan keluarga yang sehat maka perlu mengatur pola makan, rutin berolahraga, melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta menghindari dampak negatif dari paparan asap rokok.

Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kutai TP2K sudah merekomendasikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat termasuk soal bahaya rokok, memberikan makanan tambahan berbasis lokal, memberikan konseling, pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak.

Merujuk ke fasilitas kesehatan agar bisa dilakukan evaluasi secara menyeluruh serta mencari penyebab dari permasalahan gizi. Mengadakan pendampingan kepada orang tua agar memberi stimulasi perkembangan anak sesuai usia anak. Selain itu, juga melakukan monitoring berat badan pada setiap minggunya serta memantau panjang badan anak sesuai bulan.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sangat berharap dukungan semua pihak angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat turun secara signifikan secara berkesinambungan, yang pada akhirnya akan mampu mewujudkan zero stunting dan zero new stunting,” ujar Sunggono.

Berita Terkait

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah
Pemdes Muara Badak Ulu Pastikan Angka Stunting Turun Drastis lewat Program PMT
18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK
Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun
Potensi Waduk Separi Jadi Wisata dan Sumber Kehidupan Warga
Kukar Segera Tambah Desa Baru, Tujuh Calon Desa Tunggu Rekomendasi Gubernur
DPMD Kukar Mulai Persiapkan Pilkades Serentak 2027, Libatkan 107 Desa
Arianto Sebut Program Dana Rp150 Juta per RT dalam Tahap Persiapan

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 23:15 WITA

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah

Senin, 24 November 2025 - 23:13 WITA

Pemdes Muara Badak Ulu Pastikan Angka Stunting Turun Drastis lewat Program PMT

Jumat, 3 Oktober 2025 - 09:48 WITA

18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK

Rabu, 1 Oktober 2025 - 09:46 WITA

Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun

Sabtu, 27 September 2025 - 09:36 WITA

Kukar Segera Tambah Desa Baru, Tujuh Calon Desa Tunggu Rekomendasi Gubernur

Berita Terbaru

Pemerintah Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan produk unggulan yakni pohon nipah.

DPMD Kukar

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah

Senin, 24 Nov 2025 - 23:15 WITA

Sebanyak 18 warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Katanegara (Kukar) mendapat bantuan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar.

DPMD Kukar

18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK

Jumat, 3 Okt 2025 - 09:48 WITA

Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, (Kukar) menyimpan beragam potensi wisata alam yang siap dikembangkan. Lanskap desa yang dikelilingi hutan dan perbukitan membuat wilayah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

DPMD Kukar

Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun

Rabu, 1 Okt 2025 - 09:46 WITA