Tenggarong – Dalam upaya memperkuat sektor pertanian, Pemerintah Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana memperbaiki jalan usaha tani di wilayahnya.
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyampaikan bahwa saat ini terdapat dua komoditas utama pertanian di desanya, yakni karet dan sawit, yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
“Kemarin juga ada yang mencoba menanam kopi, tapi belum berkembang. Jadi yang paling dominan tetap karet dan sawit. Itu pun sifatnya masih dikelola secara pribadi,” kata Sutarno, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memperkirakan luas lahan sawit dan karet yang sudah berproduksi mencapai sekitar 50 hektare. Namun, infrastruktur jalan menuju perkebunan tersebut masih menjadi kendala karena kondisinya rusak.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah dibangun satu jalur dan dibentuk badan jalannya, meski belum sampai pada tahap pengerasan. Ke depan, kami programkan agar jalan-jalan menuju kebun bisa lebih baik,” jelasnya.
Menurut Sutarno, akses jalan yang layak sangat penting agar hasil pertanian dapat dikeluarkan dengan mudah, terutama karena jaraknya cukup jauh dari jalan utama.
“Makanya, perbaikan sarana jalan usaha tani menjadi salah satu prioritas utama kami,” tegasnya.
Adapun sumber pendanaan program tersebut berasal dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kukar.
Sementara untuk Dana Desa, lanjut Sutarno, saat ini penggunaannya lebih diarahkan pada program ketahanan pangan sesuai dengan instruksi dari Kementerian Desa.
“Sebanyak 20 persen Dana Desa wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan, dan itu tidak bisa diganggu gugat. Misalnya, jika kami menerima dana sebesar Rp1 miliar, maka Rp200 juta harus kami alokasikan khusus untuk ketahanan pangan. Penyalurannya dilakukan melalui BUMDes,” pungkasnya.















