Tenggarong – Pemerintah Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mengembangkan sektor perkebunan sebagai strategi untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya.
Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pengadaan lahan seluas 80 hektare yang akan dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kelapa sawit.
Kepala Desa Perdana, Pitoyo mengungkapkan bahwa data desa menunjukkan masih terdapat sekitar 40 persen warga yang tergolong tidak mampu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu, sebutnya kami pemerintah desa menargetkan agar kelompok ini mendapatkan akses produktif melalui program pembinaan dan penyediaan lahan.
“Ada warga kita itu, kan, menurut data, warga tidak mampu itu sekitar 40 persen, itu mungkin kita akan siapkan 80 hektare. Akan kita siapkan bibit untuk pembinaannya. Sehingga ke depan, harapannya tidak ada lagi warga yang di bawah garis kemiskinan,” harap Pitoyo, Rabu (14/5/2025)
Menurutnya, program ini akan menjadi solusi jangka panjang dibanding hanya mengandalkan bantuan langsung tunai seperti Dana Desa Alokasi (DDA) yang hanya memberi efek sesaat terhadap kehidupan masyarakat.
“Kalau kita hanya berharap dari DDA, ada bantuan dana yang 300 ribu per bulan, saya rasa efeknya kurang. Karena tidak mengubah sistem pola kehidupan warga itu sendiri,” jelasnya.
Pitoyo berharap melalui program ini dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi warganya, khususnya yang selama ini bergantung pada bantuan sosial.
“Sistem perkebunan yang terorganisir diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” imbuhnya.















