Tenggarong – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah di bagian hilir kecamatan.
Tahun ini, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama, khususnya yang menghubungkan desa-desa seperti Muara Kaman Ilir, Sabingtulung, Rantau Hempang, Benua Puhun, hingga Teratak.
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menyampaikan bahwa total jarak dari wilayah pusat desa menuju desa-desa tersebut mencapai sekitar 30 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, secara umum kondisi jalan di Muara Kaman Ulu sudah cukup baik dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Kalau infrastruktur, itu sudah semenisasi. Saat ini kami perlukan peninggian, pembuatan drainase air kiri-kanan, perencanaan, kemudian pengerasan, lalu semenisasi. Itu memang sudah masuk perencanaan, karena bagian dari konektivitas antar desa,” ujarnya belum lama ini.
Hendra menjelaskan bahwa saat ini beberapa desa hanya bisa diakses melalui jalur sungai atau darat, tergantung kondisi. Sebagian jalannya masih setapak atau hanya bisa dilalui saat cuaca panas.
“Ada juga yang bisa dilalui mobil, tapi hanya saat hari cerah. Jadi setiap desa punya kondisi akses yang berbeda,” jelasnya.
Ia menyebut, jarak tempuh dari pusat Kecamatan Muara Kaman menuju wilayah hilir seperti Teratak membutuhkan waktu sekitar satu jam tiga puluh menit jika melalui jalur bawah atau jalur pantai. Jalur tersebut dinilai penting karena menunjang mobilitas warga dan kebutuhan logistik.
“Kalau kita mutar dari Muara Kaman Ulu ke Jalan SP, lalu ke Sebulu, itu kurang lebih tiga jam. Tapi kalau lewat jalur bawah, hanya satu jam tiga puluh menit. Jalur ini juga mendukung distribusi minyak, biaya operasional, hingga mempercepat akses warga saat darurat,” kata Hendra.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, pihak desa telah mengusulkan program peningkatan jalan ke Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Sudah pernah diusulkan dan alhamdulillah sudah masuk dalam perencanaannya PUPR Kabupaten,” pungkasnya.















