Tenggarong – Pemerintah Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki potensi besar di sektor perikanan. Sebagiam warga tidak hanya membudidayakan ikan air tawar seperti ikan mas, tetapi juga menggantungkan hidup sebagai nelayan tangkap.
Kepala Desa Batuq Suwandi menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen mendukung para pembudidaya ikan agar usaha mereka berjalan lancar.
Namun, ia menjelaskan, aturan yang berlaku membatasi pemerintah desa untuk memberikan bantuan dana langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena ada aturan soal pendanaan, desa tidak bisa menyalurkan dana langsung. Jadi kami bantu dari sisi administrasi, khususnya untuk pengajuan pinjaman ke pihak bank,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, proses pengajuan pinjaman ini menjadi solusi agar masyarakat tetap bisa mengembangkan usaha perikanan mereka. Dukungan administratif ini diberikan agar warga tidak kesulitan memenuhi persyaratan bank.
“Administrasinya yang kami bantu, supaya pengajuan kredit lebih mudah diterima. Harapannya, dengan akses modal ini, usaha mereka bisa berkembang,” ujarnya.
Ia mengatakan budidaya ikan mas menjadi salah satu komoditas andalan di Desa Batuq. Dengan sistem pemeliharaan yang baik, panen ikan mas dapat dilakukan dalam waktu paling cepat tiga bulan.
Sambil menunggu masa panen, sebagian warga memanfaatkan waktu dengan membuka lahan perkebunan. Serta menanam tanaman kebun campuran untuk menambah penghasilan.
“Kami ingin sektor perikanan ini terus berkembang. Kalau akses modal lancar dan didukung infrastruktur, saya yakin perekonomian masyarakat Batuq akan semakin meningkat,” tutup Suwandi.















