Tenggarong – Pemerintah Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, Perkebunan dan perikanan, tetapi juga mulai mengembangkan sektor peternakan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Desa Batuq, Suwandi, mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki kelompok-kelompok peternakan yang fokus pada pengembangan sapi dan kerbau.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat kelompok peternak sapi di Desa Batuq. Kelompok ini menjadi wadah bagi warga untuk mengelola dan mengembangkan usaha peternakan secara bersama-sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kelompok peternakan sapi yang ada sekarang berjumlah empat kelompok. Mereka mengelola secara mandiri dengan sistem yang sudah disepakati,” kata Suwandi, Rabu (27/8/2025)
Sistem pemeliharaan yang diterapkan oleh para peternak di Desa ini, kata dia, adalah sistem lepas liar. Artinya, sapi dibiarkan mencari makan di padang rumput dan hanya dimasukkan ke kandang pada kondisi tertentu.
“Biasanya sapi dilepas agar bisa mencari pakan sendiri. Kecuali kalau ada banjir, baru dimasukkan ke kandang untuk menghindari risiko,” ungkap Suwandi.
Selain sapi, beberapa warga juga memelihara kerbau sebagai tambahan usaha. Potensi pengembangan ternak ini dinilai cukup besar karena didukung oleh ketersediaan lahan dan pakan alami di sekitar desa ini.
“Kami berharap peternakan ini bisa terus berkembang. Kalau ada dukungan, baik dari pemerintah maupun pihak lain, usaha peternakan ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya.















