Tenggarong – Pemerintah Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memfokuskan Dana Desa (DD) untuk pembangunan wilayah dan bantuan sosial.
Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan DD telah dijalankan pada tahap pertama tahun ini. Sebagai Desa Mandiri, Desa Teluk Dalam hanya menjalankan dua tahapan pelaksanan anggaran.
“Untuk ADD, anggaran sudah kami jalankan sesuai dengan prosedur dan ketentuan pembagian 30-70. Sebagian besar anggaran tersebut kami fokuskan pada kegiatan pembangunan infrastruktur,” jelas Supian. Rabu (18/6/2025)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan selain pembangunan, ADD juga digunakan untuk mendanai program penanganan kawasan kumuh serta kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat yang telah diselesaikan pada tahun anggaran 2024.
“Program pengembangan kapasitas sudah selesai kami laksanakan pada tahun lalu, dan sekarang kami tengah memasuki proses pertanggungjawaban kepada KPSB,” ujarnya.
Untuk tahun 2025, Supian menyebutkan bahwa ADD masih berjalan, namun belum ada pencairan baru hingga pertengahan tahun ini.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi desa mandiri dalam penyerapan DD.
“Tantangan terbesar kami saat ini adalah kewajiban untuk membentuk Koperasi Merah Putih,” tuturnya.
Menyikapi hal tersebut, pihaknya kini tengah berupaya merampungkan proses pembentukan Kopdes sambil tetap menjalankan program-program pembangunan lainnya.
“Ini menjadi fokus kami saat ini, karena tanpa kopdes, pencairan DD tahap berikutnya tidak bisa dilakukan,” jelas Supian.
Supian menjelaskan bahwa DD juga digunakan untuk berbagai program bantuan sosial, seperti bantuan ternak, pembangunan infrastruktur gang, dan bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu.
“Kami menggunakan data valid dari Puskesos untuk mendata penerima bantuan agar benar-benar tepat sasaran,” kata Supian.
Setiap tahunnya, sambung dia, pihaknya merehabilitasi sekitar tiga rumah warga menggunakan Dana Desa. Namun tahun ini, dengan dukungan tambahan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), jumlah rumah yang direhabilitasi hampir mencapai sepuluh unit.
“Kami ingin menjadikan desa kami sebagai ikon pembangunan di wilayah kekar, terutama karena posisi kami yang berada di desa terdalam dan menjadi pintu masuk utama,” tutup Supian.















