Samarinda – Konsistensi dalam pembinaan olahraga dinilai sebagai kunci utama untuk mencetak atlet muda berkualitas di Kalimantan Timur (Kaltim). Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menekankan pentingnya peran daerah dalam mendukung pembinaan tersebut secara rutin dan berkesinambungan.
Kepala Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyebut bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah provinsi, tetapi juga pada keseriusan masing-masing daerah. Menurutnya, program pembinaan yang konsisten akan membantu memetakan potensi atlet muda secara lebih efektif.
“Melalui pembinaan yang teratur, kita dapat melihat mana daerah yang berkomitmen penuh dan mana yang masih perlu meningkatkan usahanya. Komitmen ini akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan jangka panjang atlet kita,” ujarnya, Rabu (20/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dispora Kaltim saat ini memprioritaskan pembinaan pada atlet usia U-15, yang dianggap sebagai masa kritis dalam perkembangan kemampuan olahraga. Kelompok usia ini diharapkan menjadi tulang punggung prestasi olahraga Kaltim ketika memasuki usia 19 tahun, masa transisi menuju kompetisi tingkat nasional yang lebih serius.
“Anak-anak U-15 ini adalah investasi masa depan. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten akan membantu mereka berkembang optimal, sehingga kita bisa memanfaatkan bakat mereka di usia emas,” tambah Rasman.
Untuk mendorong perkembangan atlet muda, Dispora Kaltim mengajak setiap daerah mengadakan turnamen lokal sebagai sarana menjaring bakat baru. Kompetisi antar kecamatan atau kampung diharapkan menjadi titik awal bagi atlet muda menunjukkan potensinya sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga di tingkat akar rumput.
“Kami mendukung inisiatif daerah dengan menyediakan sarana seperti bola dan bantuan lain. Namun, daerah juga harus menunjukkan keseriusan dalam menjalankan program pembinaan ini,” tegasnya.
Dispora Kaltim optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga dapat menciptakan ekosistem yang sehat untuk pertumbuhan atlet muda. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kaltim sebagai salah satu provinsi penyumbang atlet berbakat di level nasional dan internasional.
Dengan pembinaan yang terarah, Rasman yakin olahraga Kaltim dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi prestasi olahraga Indonesia. (ADV)















