Samarinda—Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Junaidi, menyatakan pandangannya terkait rencana alih fungsi Hotel Atlet menjadi perpustakaan.
Menurutnya, penggunaan hotel ini lebih tepat jika difokuskan untuk mendukung fasilitas olahraga, sesuai dengan perannya selama ini.
Junaidi menilai bahwa penggabungan fungsi hotel sebagai sarana olahraga dan perpustakaan mungkin tidak kondusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mencontohkan bagaimana suasana tenang yang dibutuhkan untuk membaca bisa terganggu oleh aktivitas atlet atau kegiatan olahraga lainnya di sekitar gedung tersebut.
“Memadukan perpustakaan dan kegiatan olahraga bisa menjadi tantangan, terutama terkait suasana dan kenyamanan. Ketika ada kegiatan yang bising, hal ini tentu akan memengaruhi lingkungan baca,” jelas Junaidi, Selasa pada (29/10/2024).
Meskipun menyambut baik usulan tersebut, Junaidi memahami alasan di balik kekhawatiran beberapa pihak mengenai potensi terbengkalainya Hotel Atlet jika tidak digunakan secara optimal.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fungsi utama hotel sebagai fasilitas olahraga akan tetap diprioritaskan, dan penilaian kondisi bangunan akan menjadi pertimbangan sebelum keputusan lebih lanjut diambil.
“Usulan ini mungkin muncul karena kekhawatiran terhadap bangunan yang dibiarkan kosong. Namun, kami akan tetap mengutamakan pemanfaatan untuk kebutuhan olahraga, dengan survei kelayakan yang cermat,” imbuhnya.
Hotel Atlet Kaltim ini juga direncanakan sebagai bagian dari pengembangan wisata olahraga atau sport tourism, yang diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga sekaligus memajukan sektor pariwisata daerah. (ADV)















