Tenggarong – DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat Komisi IV dengan pihak terkait untuk membahas tindak lanjut audiensi pada 3 November 2024 tentang pemberian TPP Daerah kepada guru Pendidikan Agama dan Pengawas yang diangkat oleh Kementerian Agama.
Rapat tersebut berlangsung pada 11 November 2024 di Ruang Rapat Komisi IV dan dihadiri oleh OPD terkait.
Dalam suatu diskusi dan rapat, Ketua Komisi IV, Andi Faisal, menyatakan dengan harapan, “Semoga hari ini menjadi akhir pembahasan tentang guru agama di Kutai Kartanegara,” kata Andi Harun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, Andi Faisal telah menerima masukan dari Para Guru Agama. Pada Senin yang lalu, guru-guru agama di Kutai Kartanegara mengadakan pertemuan dengan DPRD setempat.
Kemudian, dilakukan diskusi lanjutan bersama Dinas Pendidikan dan Kesra. Rapat kemudian dilanjutkan ke Dinas Provinsi Kalimantan Timur untuk membahas beberapa masalah hukum yang terkait.
Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara telah mengumumkan bahwa hari ini akan dilakukan finalisasi serta penyusunan rencana yang jelas terkait penyelesaian isu-isu mengenai hak dan kewajiban guru agama.
Pihak terkait menyarankan untuk lebih difokuskan pada mencari solusi terbaik ke depan, tanpa terjebak dalam perdebatan mengenai siapa yang salah atau benar.
Kepala Dinas Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Nasrun, juga menyampaikan harapannya agar kebutuhan para guru dan pengawas dapat terpenuhi.
Dia berkomitmen untuk melakukan segala upaya yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan dan harapan dari para tenaga pendidik dan pengawas di daerahnya.
“Kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjaga keadaan guru Agama dan pengawas di bawah pengawasan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara agar kebutuhan mereka dapat dipenuhi, sebagai tanda penghormatan atas peran mereka yang sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat,” Nasrun dengan hangat mengungkapkan.
Menurutnya, harapan tersebut juga mencakup kebutuhan akan tunjangan dan fasilitas yang memadai, yang dapat meningkatkan kinerja para guru dan pengawas untuk menjalankan tugasnya dengan lebih optimal.
Perlu disadari bahwa mereka adalah sosok pahlawan tanpa lencana yang telah memberikan sumbangan besar untuk kemajuan dunia pendidikan, meskipun hak-hak mereka seringkali belum sepenuhnya terpenuhi.
Mereka berharap agar hak-hak tersebut segera dipenuhi sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Kartanegara.Andi Faisal sedang berusaha menyelesaikan masalah ini.















