Tenggarong – Dalam upaya mendorong percepatan kemandirian Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupetan Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat strategi pembinaan serta membangun sinergi lintas sektor.
Langkah ini difokuskan untuk membantu desa memenuhi indikator dalam penilaian Indeks Desa (ID), yang menjadi tolok ukur utama dalam menilai kemajuan dan kemandirian desa secara menyeluruh.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan tidak hanya melalui rapat koordinasi atau sosialisasi, tetapi juga melalui pendampingan langsung ke lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim DPMD turun ke desa-desa untuk memastikan pemerintah desa memahami indikator yang harus dipenuhi dalam berbagai aspek, mulai dari pemerintahan, pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, hingga keberdayaan masyarakat.
“Desa perlu tahu apa saja kewenangannya agar mereka bisa bekerja lebih fokus dan efektif,” tuturnya, Rabu (7/5/2025).
Dalam praktiknya, desa juga diarahkan untuk memperkuat sektor layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
Pengelolaan Posyandu menjadi salah satu prioritas di bidang kesehatan, sementara PAUD menjadi perhatian di sektor pendidikan.
Menurut Arianto, pemahaman tentang batas kewenangan desa penting agar pelaksanaan program tidak tumpang tindih dan berjalan sesuai aturan. Dengan demikian, pembangunan bisa lebih terarah dan tepat sasaran.
Selain membangun pemahaman internal di tingkat Desa, kami juga menjalin kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui pendekatan Supra Desa.
Konsep ini dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan yang tidak bisa dijangkau langsung oleh pemerintah desa.
“Misalnya, pembangunan infrastruktur jalan desa tentu memerlukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum atau Perkim,” jelasnya.
Arianto optimistis, melalui pembinaan intensif dan kolaborasi lintas sektor ini, Desa-Desa di Kukar akan mampu meningkatkan statusnya dalam penilaian Indeks Desa dan bergerak menuju kemandirian yang berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh desa bisa lebih proaktif, karena pemenuhan indikator ID ini pada dasarnya untuk mendorong kemajuan desa itu sendiri,” tutupnya.















