Samarinda—Dalam upaya mempertahankan warisan budaya yang kaya di tengah pesatnya modernisasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen melestarikan olahraga tradisional. Program ini menjadi salah satu prioritas untuk menjaga jati diri budaya lokal serta mempererat ikatan komunitas.
Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menyatakan bahwa pihaknya aktif mengidentifikasi, melestarikan, dan mengembangkan berbagai olahraga tradisional di Kaltim.
“Kami tidak hanya berusaha melestarikan yang sudah ada, tetapi juga mengeksplorasi jenis-jenis olahraga tradisional yang baru ditemukan,” ujar Thomas, Senin (28/10/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakannya, Dispora Kaltim juga bekerja sama dengan instruktur khusus yang memiliki kompetensi dalam bidang olahraga tradisional. Setiap jenis olahraga yang berhasil dikembangkan akan dibawa ke berbagai kegiatan dan festival olahraga tahunan, khususnya pada tahun genap, sebagai bentuk apresiasi terhadap olahraga tradisional yang unik.
“Kami menggelar festival olahraga tradisional setiap tahun genap. Festival ini tidak hanya menampilkan olahraga sebagai kompetisi, tetapi juga mengangkat nilai budaya dan kompetitif dalam bentuk permainan,” jelasnya.
Ada lima jenis olahraga tradisional yang telah rutin dipertandingkan di tingkat nasional, yaitu sumpit, gasing, enggrang, pasir, dan terompah. Kelima jenis olahraga ini nantinya akan dipertandingkan kembali pada Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (POTRADNAS) 2025 di Gorontalo.
“POTRADNAS akan kembali dilaksanakan pada 2025 di Gorontalo, dan sejumlah olahraga tradisional asal Kaltim akan turut serta dalam ajang ini, sebagaimana yang pernah kami lakukan pada 2023 lalu,” tutupnya.
Ia berharap melalui upaya ini, generasi muda dapat terus terhubung dengan akar budaya, sekaligus memberikan kesempatan bagi olahraga tradisional untuk lebih dikenal di tingkat nasional. (ADV)















