Samarinda – Demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan fasilitas olahraga.
Kabag TU UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Armen Ardianto, menyatakan bahwa sejumlah venue olahraga kini dikomersilkan sesuai regulasi daerah.
“Setiap penyelenggara yang ingin mengadakan acara, baik konser pemuda, UMKM, atau event lainnya, dapat mengajukan permohonan ke bagian TU UPTD PPO, sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah,” ujarnya, Rabu (6/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyarankan masyarakat yang ingin menyewa fasilitas untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihaknya.
“Kami mengharapkan pemohon dapat memberikan surat resmi yang menjelaskan kegiatan serta tujuan mereka,” tambahnya.
Sebagai persyaratan, Armen menekankan bahwa pihak penyewa wajib menyusun dan mempresentasikan rencana kegiatan atau master plan kepada Dispora.
Ini dilakukan agar pihak Dispora dapat meminimalkan potensi risiko yang tak diinginkan selama pelaksanaan acara.
“Meskipun semua orang bisa menggunakan fasilitas kami, tentunya harus sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku,” tegas Armen.
Armen juga mengakui bahwa kondisi Stadion Utama Palaran masih memerlukan perhatian khusus, terutama untuk perawatan pasca penggunaan dalam PON 2008.
Meskipun demikian, stadion ini masih bisa digunakan, seperti saat menggelar konser Sheila On 7 beberapa waktu lalu.
Saat ini, Dispora juga sedang berupaya mendapatkan anggaran tambahan untuk pemeliharaan.
Dalam hal pembayaran, ia menjelaskan bahwa penyewa diwajibkan menggunakan metode QRIS untuk memastikan dana langsung masuk ke kas daerah, sesuai dengan ketentuan yang melarang pembayaran tunai.
“Semua pembayaran harus disertai dengan Surat Tanda Setoran (STS) sebagai bukti transaksi yang sah. Jika ada yang membayar tanpa STS, maka itu dianggap ilegal dan bisa dianggap pungli,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Armen berharap ada dukungan penuh dari berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan prasarana olahraga di Kaltim, agar fasilitas ini bisa diakses lebih luas oleh masyarakat. (ADV)















