Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengoptimalkan pengelolaan anggaran dan membangun sinergi dengan berbagai pihak guna memperluas pengembangan olahraga rekreasi di masyarakat.
Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menjelaskan bahwa pendekatan fleksibel dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci keberhasilan program-program yang sifatnya dinamis.
“Dengan pengelolaan anggaran yang fleksibel, kami memastikan program mendadak, seperti undangan acara nasional, dapat berjalan tanpa kendala namun tetap sesuai aturan,” jelasnya, Minggu (17/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fokus utama adalah sosialisasi olahraga rekreasi, termasuk promosi olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Dispora juga memperkuat kemitraan dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), yang kini menaungi 94 cabang olahraga, meningkat dari 75 cabang sebelumnya.
“Kolaborasi dengan KORMI membuka peluang memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda sekaligus melestarikan budaya lokal,” tambah Thomas.
Dengan sinergi strategis ini, Dispora Kaltim optimis dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi, tidak hanya sebagai aktivitas fisik tetapi juga sebagai ajang pelestarian budaya dan identitas daerah.
Melalui langkah ini, olahraga tradisional diharapkan menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga rekreasi di Kaltim, baik di tingkat lokal maupun nasional. (ADV)















