Tenggarong – Provinsi Kalimantan Timur berhasil menempatkan Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sebagai salah satu dari 15 besar nominasi nasional dalam ajang penilaian Desa terbaik terkait intervensi stunting tahun 2025.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Azmi Riyandi Elvander, mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras pemerintah desa dan seluruh pihak terkait dalam upaya menekan angka stunting.
“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan, karena penilaian dilakukan langsung oleh Kementerian Desa bersama BKKBN,” jelas Elvander, Sabtu (23/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan pada pekan lalu telah dilakukan verifikasi lapangan oleh tim penilai pusat. Mereka meninjau langsung kondisi desa serta memeriksa kelengkapan dokumen yang menjadi indikator utama penilaian.
“Penilaian ini tidak hanya melihat program, tetapi juga bukti nyata dan kelengkapan data yang sudah diinput melalui aplikasi Elektronik Human Development Worker (EHDW),” katanya.
Elvander menjelaskan bahwa indikator keterisian dan pembaruan data pada aplikasi EHDW menjadi faktor kunci yang menentukan desa masuk dalam nominasi.
“Update data itu dipantau langsung oleh kementerian, sehingga desa yang konsisten melakukan intervensi dan pemantauan stunting memiliki peluang besar masuk nominasi,” terangnya.
Ia menambahkan, 15 desa yang lolos ke tahap akhir akan diundang ke Istana Negara pada September mendatang untuk menerima penghargaan dari Wakil Presiden RI.
“Di sana akan diumumkan tiga desa terbaik tingkat nasional. Kita berharap Desa Muara Wis bisa meraih peringkat tertinggi,” harapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh desa di Kukar untuk menjadikan Desa Muara Wis sebagai contoh keberhasilan dalam mengintervensi stunting.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk aktif memperbarui data dan melaksanakan program intervensi stunting secara berkelanjutan,” pungkas Elvander.















