Tenggarong – Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini mulai memanfaatkan lahan yang kosong untuk aktivitas pembukaan lahan sawit oleh masyarakat. Potensi perkebunan sawit di wilayah ini cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan warga.
Kepala Desa Batuq, Suwandi, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mengembangkan perkebunan sawit meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari tingginya nilai jual kelapa sawit di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang lagi ramai masyarakat membuka lahan sawit. Potensinya memang besar sekali di sini, makanya banyak yang mulai menanam,” kata Suwandi, Rabu (27/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa sebagian warga membuka kebun sawit sebagai usaha tambahan di luar pertanian dan perikanan.
Dengan demikian, kata dia, masyarakat memiliki lebih dari satu sumber penghasilan untuk menunjang perekonomian keluarga.
“Biasanya mereka yang punya lahan kosong langsung memanfaatkannya untuk sawit. Jadi, selain bertani dan beternak, sekarang juga ada perkebunan,” jelasnya.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, perkebunan sawit berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan di Desa Batuq.
Pemerintah desa, sambung dia, terus mendorong warga agar memanfaatkan lahan secara produktif, namun tetap memperhatikan aturan yang berlaku.
“Kami mendukung selama pengelolaannya tidak merusak lingkungan dan sesuai aturan. Kalau semua berjalan baik, saya yakin sawit bisa jadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.















