Tenggarong – Pemerintah Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya menekan angka kenakalan remaja melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan mendukung perkembangan positif generasi muda.
Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengungkapkan bahwa pihaknya setiap tahun menyasar kelompok masyarakat yang berbeda dalam pelaksanaan program pemberdayaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun sebelumnya, fokus kegiatan diarahkan kepada kelompok Dasawisma dan Kerukunan Wanita Tani (KWT) sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan di desa.
Namun, melihat tingginya tantangan sosial yang dihadapi anak-anak muda saat ini, Pemdes mengalihkan fokusnya ke sektor olahraga pada tahun ini.
“Kita ingin mengurangi dampak negatif dari lingkungan pergaulan. Bukan berarti teman-temannya itu buruk, tapi kita ingin mencegah kegiatan-kegiatan negatif sejak dini,” ujar Lilik, baru baru ini
Olahraga dipilih karena dinilai mampu menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter, kebersamaan, dan kedisiplinan di kalangan remaja.
Adapun cabang olahraga yang dikembangkan adalah sepak bola dan bola voli, dua jenis olahraga yang cukup diminati oleh pemuda setempat.
Meski demikian, Lilik mengakui bahwa perkembangan program olahraga ini belum menunjukkan hasil yang signifikan secara langsung.
“Belum ada perkembangan yang besar, tapi kalau dari sisi dukungan, sponsor-sponsor sudah mulai ada yang memberi support,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar telah memberikan bantuan berupa perlengkapan olahraga kepada desa mereka.
Lilik berharap melalui sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, program ini dapat berjalan lebih optimal dan menjadi solusi konkret untuk mencegah kenakalan remaja di desanya.
“Semua ini demi masa depan generasi muda Kota Bangun III,” pungkasnya.















