Tenggarong – Upaya Desa Loa Raya dalam memperkuat ekonomi lokal perlahan mulai membuahkan hasil.
Sejak dibentuk setahun lalu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loa Raya aktif mengelola dua unit usaha unggulan, yakni penyediaan pakan ikan bagi pembudidaya tambak dan pengolahan batu padas dari lahan bekas tambang.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menjelaskan bahwa pembentukan BUMDes bertujuan untuk mengelola potensi desa secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menyediakan pakan ikan untuk para pembudidaya tambak yang tersebar di desa.
“Tahun lalu sudah terbentuk, dan alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Saat ini BUMDes telah memasok pakan ikan ke tambak-tambak yang tersebar di desa,” tuturnya, Kamis (8/5/2025).
Selain itu, BUMDes juga mengembangkan usaha pengolahan batu padas dari lahan bekas tambang. Batu digali menggunakan alat berat yang disewa, kemudian dipecah sesuai permintaan pasar.
Usaha ini tak hanya menambah pendapatan desa, tapi juga membuka lapangan kerja baru.
“Proses pengolahan batu padas ini kami kelola sendiri. Warga juga kami libatkan dalam operasionalnya, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru di desa,” jelasnya.
BUMDes Loa Raya saat ini dinilai cukup stabil dan memiliki prospek menjanjikan. Pemerintah desa menargetkan kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat tahun ini.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah desa telah mengalokasikan dana awal sekitar Rp100 juta.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan pakan ikan, penyewaan alat berat, serta operasional pengolahan batu padas.
Rencananya, ke depan BUMDes akan merambah sektor pertanian dengan menyediakan alat pertanian, pupuk, serta obat pengendali gulma dan hama untuk menunjang produktivitas petani.
“Harapan kami, BUMDes bisa semakin optimal dalam menggali potensi yang ada. Kalau memang dibutuhkan tambahan modal, tentu akan kami pertimbangkan,” pungkasnya.















