Akibat Banjir, Ratusan Hektare Tambak Ikan di Ponoragan Terdampak, Petani Harapkan Bantuan Induk Berkualitas

Rabu, 28 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan deras yang mengguyur Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/5/2025) menyebabkan meluapnya debit air sungai yang berdampak serius pada kolam-kolam budidaya ikan air tawar milik warga.

Hujan deras yang mengguyur Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/5/2025) menyebabkan meluapnya debit air sungai yang berdampak serius pada kolam-kolam budidaya ikan air tawar milik warga.

Tenggarong – Hujan deras yang mengguyur Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/5/2025) menyebabkan meluapnya debit air sungai yang berdampak serius pada kolam-kolam budidaya ikan air tawar milik warga.

Ratusan hektare tambak dilaporkan terendam banjir, dan ribuan ekor ikan dilaporkan lepas terbawa arus.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang terus berulang setiap tahun membuat petani terpaksa mencari bantuan, terutama dari Dinas Perikanan dan Kelautan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan adanya musibah banjir seperti ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kami harus minta bantuan. Khususnya kepada Dinas Perikanan dan Kelautan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan kementerian,” ucapnya.

Ia mengatakan musibah ini menjadi pukulan berat bagi petani pembudidaya ikan. Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib warganya yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

“Harapan saya tidak muluk-muluk. Yang penting ada perhatian dari pemerintah daerah dan OPD terkait, karena desa kami merupakan penghasil bibit ikan air tawar terbesar di Kalimantan Timur,” ujar Sarmin, kemarin.

Sarmin menegaskan bahwa kebutuhan utama saat ini bukan peralatan, melainkan induk ikan berkualitas untuk memulai kembali usaha pembibitan.

“Kami ini petani pembudidaya. Yang kami butuhkan adalah induk, terutama induk yang berkualitas. Bukan hanya induk lokal, tapi benar-benar induk unggul,” jelas Sarmin.

Ia menuturkan bahwa kualitas indukan sangat menentukan hasil bibit yang diproduksi. Bibit yang bagus akan berdampak langsung terhadap usaha pembesaran di keramba-keramba Sungai Mahakam.

“Induk berkualitas akan menghasilkan anakan atau bibit yang juga berkualitas. Ini penting agar tidak merugikan pembudidaya pembesaran di hilir,” ujarnya.

Dari sisi luasan lahan, sekitar 125 hektare kolam budidaya ikan di Ponoragan terdampak banjir. Namun, estimasi kerugian dalam bentuk jumlah bibit ikan yang hilang belum dapat dipastikan karena masih dalam pendataan oleh kelompok tani.

“Luasan kolam yang terdampak mencapai 125 hektare. Untuk jumlah bibit yang hilang, itu lebih tahu kelompok tani atau gapoktan,” terangnya.

Di Desa Ponoragan, kata dia, kegiatan budidaya ikan dijalankan oleh dua gabungan kelompok tani perikanan (gapoktan) yang membawahi banyak kelompok pembudidaya. Gabungan ini mengelola keseluruhan tambak yang tersebar di wilayah desa.

“Kolam-kolam ini dikelola oleh kelompok-kelompok yang tergabung dalam dua gapoktan,” jelas Sarmin.

Ia menambahkan, lebih dari 60 persen warga Desa Ponoragan menggantungkan hidup dari sektor perikanan, khususnya pembibitan ikan air tawar. Sisanya bergerak di sektor pertanian, hortikultura, dan peternakan.

“Mayoritas warga kami bekerja di sektor perikanan, lebih dari 60 persen. Selebihnya ada yang bertani, menanam sayur dan buah, atau beternak,” tutupnya.

Berita Terkait

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah
Pemdes Muara Badak Ulu Pastikan Angka Stunting Turun Drastis lewat Program PMT
18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK
Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun
Potensi Waduk Separi Jadi Wisata dan Sumber Kehidupan Warga
Kukar Segera Tambah Desa Baru, Tujuh Calon Desa Tunggu Rekomendasi Gubernur
DPMD Kukar Mulai Persiapkan Pilkades Serentak 2027, Libatkan 107 Desa
Arianto Sebut Program Dana Rp150 Juta per RT dalam Tahap Persiapan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 23:15 WITA

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah

Senin, 24 November 2025 - 23:13 WITA

Pemdes Muara Badak Ulu Pastikan Angka Stunting Turun Drastis lewat Program PMT

Jumat, 3 Oktober 2025 - 09:48 WITA

18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK

Rabu, 1 Oktober 2025 - 09:46 WITA

Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun

Sabtu, 27 September 2025 - 09:36 WITA

Kukar Segera Tambah Desa Baru, Tujuh Calon Desa Tunggu Rekomendasi Gubernur

Berita Terbaru

Pemerintah Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan produk unggulan yakni pohon nipah.

DPMD Kukar

Pemdes Muara Badak Ulu Kembangkan Produk Unggulan Pohon Nipah

Senin, 24 Nov 2025 - 23:15 WITA

Sebanyak 18 warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Katanegara (Kukar) mendapat bantuan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar.

DPMD Kukar

18 Warga Loa Duri Ulu Terima Bantuan Fasilitas MCK

Jumat, 3 Okt 2025 - 09:48 WITA

Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, (Kukar) menyimpan beragam potensi wisata alam yang siap dikembangkan. Lanskap desa yang dikelilingi hutan dan perbukitan membuat wilayah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

DPMD Kukar

Separi Tawarkan Wisata Alam Air Terjun

Rabu, 1 Okt 2025 - 09:46 WITA