Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) di Lingkungan Pemkab Kukar diselenggarakan di Ballroom Mulawarman Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (19/3/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar H Sunggono berkesempatan membuka acara tersebut.
Pelatihan Government Transformation Academy diselenggarakan atas kerjasama antara Pemkab Kutai Kartanegara dengan Balai pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Banjarmasin. Sebanyak 240 peserta mengikuti acara ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada 3 tema yang diusung dalam pelatihan iniGovernment Transformation Academy ini. Ketiga tema tersebut yakni :
- Business process Engineer(BPE) dengan jumlah peserta sebanyak 49 orang dan digelar di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar.
- Junior Office Operator (JOO) dengan jumlah peserta sebanyak 170 Orang yang terbagi di 3 lokasi. Lokasi tersebut berada di Hotel Grand Elty Singgasana 3 kelas, Hotel Grand Fatma 1 kelas serta Ruang CAT BKPSDM 1 kelas
- Fasilitator Pembelajaran Digital (FPD) dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang diselenggarakan di Ruang Germas Dinas Kesehatan 1 kelas.
Pelatihan Government Transformation Academy ini memakai pola pembelajaran secara tatap muka (Offline).
Berikut ini rincian pembelajarannya :
- Kelas BPE sebanyak 60 jam pelajaran (JP). Pembelajaran akan dilaksanakan tanggal 19-23 Maret 2024.
- Kelas JOO sebanyak 40 JP. Pembelajaran akan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Maret 2024
- Kelas FPD sebanyak 36 JP. Pembelajaran dilaksanakan pada tanggal 19-22 Maret 2024.
Kepala Balai pengembangan SDM dan penelitian Kominfo Banjarmasin Syarifuddin turut hadir dalam acara tersebut. Syarifuddin menjadi salah satu narasumber di acara ini.
Tujuan Government Transformation Academy Bagi ASN
Sekda Kukar Sunggono dalam arahannya menuturkan pelatihan Government Transformation Academy adalah kesempatan yang baik untuk para ASN di Kutai Kartanegara. Sebab semua ASN memiliki hak untuk mengikuti pelatihan sekitar 20 jam.
“Ini merupakan salah satu progres yang harus dilaksanakan bagi seorang ASN dalam menunjang karir dan seluruh progres ASN di nilai,” ujarnya
Para peserta diminta Sekda Sunggono untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dengan serius. Selain itu, dirinya juga berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan baik agar dapat mengupgrade kualitas diri maupun pekerjaan.
“Ilmu yang diperoleh tak akan bernilai jika tak di implementasikan dan direalisasikan dengan baik,” tutur Sunggono.
Sunggono berpendapat seorang ASN harus berorientasi pada pelayanan supaya masyarakat dapat merasakan pelayanan yang maksimal. Seorang ASN juga harus bisa dan mampu menyesuaikan kondisi. Sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat optimal.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya ASN agar dapat mengupgrade diri. Sebab saat ini semua harus sudah berbasis digital.
“ASN tidak boleh Gaptek dan harus terus mengupdate diri seiring perkembangan teknologi,” ujarnya.
Pelatihan ini juga sebagai salah satu agenda pemerintah daerah untuk memaksimalkan peran ASN sebagai pelayan masyarakat.
Harapannya para ASN bisa menjalankan tugasnya lewat pelayanan birokrasi yang professional untuk menghadapi berbagai tantangan global.
Terutama dapat berperilaku berdasarkan nilai-nilai dasar ASN, yakni BerAKHLAK.
BerAKHLAK ini merupakan singkatan dari Berorientasi pada Pelayanan Publik, Akuntabel, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
“Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara melalui salah satu Program dedikasi Kukar idaman yaitu Mewujudkan Aparatur Sipil Berbahagia juga akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas individu dan kesejahteraan Aparatur,” ujarnya.
Apresiasi juga akan diberikan kepada ASN yang berprestasi tanpa adanya diskriminasi.
Kata Rokip Tentang Government Transformation Academy
Dalam kesempatan ini, Sekertaris BKPSDM Rokip berkesempatan membacakan laporan kepala BKPSDM H. Rakhmadi.
Rokip menuturkan Government Transformation Academy (GTA) sebagai program pengembangan Sumber Daya Manusia. Tujuannya yaitu meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara dalam mendukung akselerasi transformasi digital yang ada di lingkungan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara.
Skema pelatihan ini dirancang dari tingkat Junior Skill untuk level pelaksana, intermediate skill untuk pejabat pengawas – administrator serta advance skill untuk para pengambil keputusan.
Program GTA ini menurutnya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN/Non-ASN yang bekerja di instansi Pemerintah Pusat, Daerah, Desa, maupun TNI/Polri dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Kompetensi ini berguna untuk menjalankan tugas organisasi menuju pelayanan prima. Selain itu juga mempercepat transformasi digital di lingkungan instansi pemerintah untuk penguatan kelembagaan.















